DesaKabar BeritaNasionalPanganUsahaWisata

Launching NTT Mart by Dekranasda Lembata, Gubernur Rangsang Semua Komunitas Untuk Produktif

39
×

Launching NTT Mart by Dekranasda Lembata, Gubernur Rangsang Semua Komunitas Untuk Produktif

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkini, Lembata_NTT Mart by Dekranasda siap menjadi etalase jualan aneka produk milik unit usaha mikso masyarakat Lembata. Ada tiga komponen unit usaha mikro lokal yang dapat “lampu hijau” akses penjualan produk di galeri NTT Mart by Lembata, yang ada di jantung Kota Lewoleba, tepatnya di Kelurahan Selandoro, tak jauh dari gerbang masuk Bandara Wunopito. Tiga komponen itu adalah desa, sekolah dan komunitas berbagai profesi.

Signal positif ini dikabarkan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena saat meresmikan NTT Mart by Dekranasda Lembata pada Kamis, 5 Februari 2026. Melki tiba dari Kupang didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Propinsi NTT.

Desa, menurut Melki merupakan  komponen pertama yang paling potensial memanfaatkan galeri NTT Mart untuk pemasaran produk. Ini sejalan dengan program unggulannya bersama Wakil Gubernur NTT John Asadoma yakni One Village One Product.

“Di Lembata ada 144 desa sesuai info dari Pak Bupati. Artinya harus ada minimal 144 produk dari desa. Tiap desa minimal 1 produk, lebih boleh tapi jangan sampai tidak ada. Boleh makanan ringan seperti jagung titi, abon ikan atau lainnya. Di sini ada yang buat abon ikan ka?” tegasnya sembari menanyakan ke undangan. Sejumlah pelaku UMKM yang hadir mengiyakan.

One School One Product

Komponen kedua yang punya ruang akses pemasaran produk adalah sekolah. Melki menghimbau semua kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan untuk mendorong krasi dan inovasi di sekolah agar punya produk UMKM yang bisa dipasarkan di NTT Mart.

“Silahkan buat, kreasikan produk apa saja yang cocok dengan potensi dan ketrampilan di sekolah. Bisa kerajinan, cemilan. Bahkan buku juga boleh. Misalnya sekolah bikin buku tentang puisi, bisa dipajang di sini. Sementara mungkin buku cetak, tapi nanti bisa diatur untuk yang versi digitalnya, ” terang Laka Lena.

Produk kreasi dari komunitas juga jadi kategori tiga yang bisa masuk NTT Mart. Gubernur Melki menyebutnya One Community One Product.

Menurut Melki, semua komunitas seperti kelompok arisan, kelompok berbasis hobi termasuk lintas instansi, juga punya ruang memasarkan produknya.

Pada tiga etalase di ruang utama NTT Mart by Dekranasda Lembata,, terpajang aneka produk makanan kering. Umumnya berbahan nabati kecuali abon ikan.

“ Saya minta NTT Mart beri prioritas utama untuk produk lokal. Pajang di sini dan kita juga yang harus beli. Supaya uang putar di sini. Siapapun yang hendak ke luar, ke Kupang atau ke Jakarta, tolong beli produk ini sebagai ole-ole. Saya minta produk lokal harus 80 persen. Dari luar Lembata cukup 20 persen itu pun harus diseleksi. Luar Lembata itu bukan yang jauh, Maksudnya cukup dari Flotim, Alor atau Maumere dan Ende. Bukan yang jauh-jauh,” pungkas Melki di ujung sambutannya.

Saat menggunting pita tanda peresmian bersama Bupati Lembata dan Ketua Tim Penggerak PKK Lembata, Ursula S. Bayo, Melki Laka Lena harus berdesak-desakan.

Ada Kapolres Lembata, Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba dan undangan lain juga berdesakan. Ditambah desak-desakan para jurnalis, ruang yang cukup itu terasa sempit. Ada minat yang bagus.

“Yang penting jangan hanya ramai saat launching. Jangan sampe bulan depan kita datang so sepi,” seloroh seorang pengunjung memicu tawa lepas.

Semoga tetap ramai. (EA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *