DesaKabar BeritaTerkiniUsaha

BBM Eceran Tembus Rp 25 000/Botol, Pemkab Lembata Sebut Kelangkaan Bersifat Insidentil

35
×

BBM Eceran Tembus Rp 25 000/Botol, Pemkab Lembata Sebut Kelangkaan Bersifat Insidentil

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkini, Lembata_ Masyarakat Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur  mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) termasuk yang bersubsidi seperti pertalite. Harga BBM bersubsidi jenis pertalite melonjak drastis di penjual eceran. Dari yang biasanya Rp 20 ribu per botol ukuran 1,5 liter, kini naik sampai Rp 25 ribu per liter (setengah botol).

Kelangkaan dipicu hambatan transportasi armada laut pengangkut BBM akibat kendala cuaca.

Kelangkaan dirasakan mulai Rabu 21 Januari 2026.

Akibatnya, harga BBM bersubsidi jenis pertalite melonjak drastis di penjual eceran. Dari yang biasanya Rp 20 ribu per botol ukuran 1,5 liter, kini naik sampai Rp 25 ribu per liter (setengah botol).

Meski menimbulkan kepanikan publik, pemerintah Kabupaten Lembata menyebutkan kelangkaan hanya bersifat insidentil dan bukan karena terhentinya pasokan dari Pertamina.

Hal tersebut juga disampaikan Zakiudin, Fuel Terminal Manager (Kepala Terminal BBM) Pertamina Patra Niaga Maumere.

Menurut Zakiudin, kuota BBM untuk Lembata pada 21-22 Januari 2026 tetap dikirim namun dengan kuota harian yang tidak optimal.

Akibat cuaca buruk, pengiriman dilakukan menggunakan kapal pengganti berukuran lebih kecil (ZKP2) sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 10 kilo liter (KL) dari kuota normal,

Selain itu, kondisi kelangkaan BBM juga dipengaruhi oleh kebijakan pihak SPBU yang menahan sementara penjualan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga cadangan BBM, mengingat adanya potensi keterlambatan kapal pengangkut akibat cuaca buruk.

Pertamina Patra Niaga Maumere juga menjelaskan, keterlambatan BBM ke Lembata juga karena kapal pengangkut BBM Trans Florety sempat tertahan di Pelabuhan Larantuka dan tidak diizinkan berlayar karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Kapal tersebut baru dapat diberangkatkan pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 wita dan diperkirakan bersandar di Pelabuhan Lewoleba sekitar pukul 14.00 wita pada hari yang sama.

Akibat keterlambatan, pemerintah Kabupaten Lembata menjelaskan, pasokan BBM ke SPBU Ile Ape (Tanah Merah) untuk kuota 21 Januari 2026 sebanyak 5 KL Pertalite dan 5 KL Biosolar, baru bisa dipasarkan pada Jumad, 23 Januari 2026.

Sementara itu, pengiriman dari Larantuka pada 22 Januari 2026 yang meliputi Pertamax 5 KL dan Pertadex 5 KL, hingga saat ini masih dalam perjalanan akibat kendala cuaca laut.

Pemerintah Kabupaten Lembata memastikan bahwa pasokan BBM akan kembali normal seiring dengan tibanya kapal pengangkut dan distribusi BBM ke seluruh SPBU di wilayah Lembata.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang,serta mempercayakan penanganan situasi ini kepada pemerintah daerah bersama Pertamina dan pihak terkait. Pemerintah Kabupaten Lembata terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Dalam rilisnya, Pemerintah Kabupaten Lembata berkomitmen menjaga stabilitas distribusi energi demi kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di daerah. (EA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *