Kabar Rakyat Terkini, Kota Kupang_Menghadiri Pengukuhan Pengurus Uni Timor Aswa’in (Untas) Masa Bhakti 2025 – 2030, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak komunitas etnis Timor Timur berkolaborasi membangun NTT.
Prosesi pengukuhan kepengurusan UNTAS periode 2025 – 2030 ini ditandai denagn penyerahan Pataka oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin kepada Ketua Umum Untas Masa Bhakti 2025 – 2030 Fernando Osorio Soares. dilanjutkan dengan Pengukuhan Pengurus Untas Masa Bhakti 2025 – 2030.
Mensyukuri Pengukuhan ini, Gubernur kembali bertekad mewujudkan visi pembangunan daerah NTT yang lebih Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
Sebagai kebijakan yang menuntut kerja nyata, disiplin, integritas, serta keberpihakan kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan, Gubernur mendorong kerja kolaboratif dengan berbagai komponen.
“Pemerintah Provinsi NTT meyakini bahwa pembangunan tidak mungkin berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, media, serta seluruh lapisan masyarakat, secara khusus termasuk kehadiran Untas di bumi Flobamorata,” terang Melki Laka Lena.
Memiliki berbagai potensi besar di berbagai sektor baik di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, energi terbarukan maupun ekonomi kreatif. Pemprov NTT menginginkan kerja kolaboratif untuk pengelolaannya.
“Beragam potensi tersebut hanya akan memberikan nilai tambah jika dikelola secara kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan, dengan mengedepankan kearifan lokal serta semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat NTT dengan berbagai elemen masyarakat,” jelasnya.
UNTAS hadir sebagai organisasi, dan komunitas strategis sebagai mitra pembangunan, Gubernur pun berharap Untas dapat berperan aktif sebagai agen perubahan, sekaligus jembatan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Saya berharap agar setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar menyentuh akar persoalan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Melki.
Melky pun mengajak keluarga besarUNTAS bersama berbagai pihak untuk terus menumbuhkan semangat persatuan, toleransi, keberagaman dan kebersamaan di manapun berada.

“NTT adalah rumah besar yang dihuni oleh keberagaman suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini adalah kekuatan, bukan penghalang, selama kita menjaganya dengan saling menghormati dan bekerja untuk tujuan bersama. Sekali lagi, saya mengajak kita semua untuk terus bersinergi, bergerak bersama, dan bekerja dengan hati demi NTT yang kita cintai. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati setiap niat baik, karya dan pengabdian kita. Untas… Ayo Bangun Indonesia, Ayo Bangun NTT !!!,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena.
Sementara Ketua UNTAS, Fernando Osorio Soares menyatakan sikap tegas komunitasnya yang tetap setia terhadap NKRI.
UNTAS lahir dari pilihan politik warga Indonesia asal Timor Timur, yang pada saat masa masa referendum, memilih tetap loyal terhadap Indonesia dan tinggal di pangkuan ‘Ibu Pertiwi’.
“Untas sejak awal berdiri, berkomitmen dan secara tegas menyatakan kesetiannya terhadap negara Indonesia. Kami juga ingin berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah ini,” ucap Nando.
Nando Soares pun kemabli mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT, yang sejak 1999 terbuka untuk menerima saudara-saudari asal Timor Timur untuk hidup membaur bersama.
“Dari awal kedatangan, kami diterima dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Kini NTT telah jadi rumah untuk kami. Di sini kami hidup, bertumbuh dan juga terus mengabdi bagi bangsa Indonesia,” jelasnya.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI), Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Rui F. G. P Duarte, Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, Rektor Unhan, Letjen Purn Dr. Anton Nugroho, Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat, Mayjen TNI I Wayan Suarjana, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto.
Turut hadir pula, Anggota DPD NTT, Abraham Paul Liyanto, Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni, unsur Forkopimda NTT, Wakil Ketua I DPRD NTT yang juga Ketua Umum Untas Masa Bhakti 2025 – 2030, Fernando Osorio Soares, para Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah se-daratan Timor, serta segenap keluarga besar dan pengurus Untas. @ RedaksiKRT











