BudayaDesaKabar BeritaNasionalPendidikan

Kembangkan Peduli Lingkungan Sehat, 12 Sekolah Di Lembata Raih Penghargaan Adhiwiyata

51
×

Kembangkan Peduli Lingkungan Sehat, 12 Sekolah Di Lembata Raih Penghargaan Adhiwiyata

Sebarkan artikel ini
Kabar Rakyat Terkini, Lembata_Sebanyak 12 sekolah di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur,  menerima Piagam Penghargaan Adhwiyata 2025, terkait program pengelolaan lingkungan hidup dan pendidikan berkelanjutan yang dilakukan di lingkungan sekolah.
Piagam penghargaan Adhwiyata diserahkan langsung Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq pada Apel Kesadaran Bulan Januari 2026 di Lapangan Kantor Bupati Lembata, Senin (19/01).
Dari 12 sekolah penerima, enam diantaranya menerima Piagam dan Plakat Penghargaan sedangkan enam sekolah lain hanya mendapat piagam penghargaan.
Sekolah penerima penghargaan Adhiwiyata yakni,
– SMPN 7 Maret Hadakewa dan SDI Tanah Treket di Kecamatan Lebatukan,
– SDI Wawaru di Kecamatan Ile Ape Timur.
– SMPN 1 Omesuri di Kecamatan Omesuri,
– SDI Muruona, di Kecamatan Ile Ape
– SDI Pasir Putih di Kecamatan Nagawutung.
– SMPN 1 Atadei di Kecamatan Atadei.
– SDI Riang Dua, SDI 1 Waikomo, SMPN 1 Nubatukan dan SMPN 4 Nubatukan. di Kecamatan Nubatukan.
Usai penyerahan penghargaan, Bupati Lembata menghimbau semua pihak untuk gencar menanamkan nilai luhur termasuk nilai kepedulian lingkungan pada generasi penerus sejak dini di lembaga pendidikan.
“ Kita semua apresiasi kerja keras tiap sekolah. Tentu banyak komitmen dan kolaborasi warga sekolah mulai dari guru, peserta didik hingga orang tua hingga mencapai hasil ini. Kita harus tanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Agar anak-anak tidak hanya unggul akademik tapi juga kuat karakter dan kecintaan pada lingkungan,” ungkap petrus kanisius Tuaq, Bupati lembata.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap semakin banyak sekolah yang terinspirasi menjadi sekolah ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Adiwiyata adalah proram peduli lingkungan berkelanjutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Program nasional ini bertujuan untuk membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan melalui integrasi pendidikan lingkungan hidup dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari, dengan kegiatan utama mencakup pengelolaan sampah (bank sampah, kompos, daur ulang), penghematan energi/air, penanaman pohon, penghijauan, serta kampanye dan pembiasaan gaya hidup ramah lingkungan, bertujuan menciptakan sekolah yang nyaman, sehat, dan menjadi teladan bagi masyarakat.
Di Kabupaten Lembata, progam ini dimulai dengan inisiasi pendampingan oleh Dinas Lingkungan Hidup pada sejumlah sekolah, termasuk 12 sekolah penerima penghargaan.
Program ini bertujuan mendorong terciptanya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta pendidikan karakter cinta lingkungan.
Dalam implementasinya, Adhiwiyata dijalankan dengan sejumlah program utama yakni Pendidikan Lingkungan Hidup, Pengembangan Kebijakan, Pengembangan Sarana dan Prasarana dan Partisipasi Warga Sekolah.
Pendidikan Lingkungan Hidup menginterasikan materi lingkungan hidup ke semua mata pelajar dan kegiatan pendukung (kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler)
Pengembangan Kebijakan dilakukan dengan menciptakan kebijakan sekolah yang mendukung lingkungan seperti hemat energi, larangan merokok atau kebijakan pengelolaan sampah.
Dua program ini perlu didukung pengembangan prasarana dan sarana seperti fasilitas ruang terbuka hijau, tempat sampah terpilah atau toilet yang bersih dan aman. Selain itu, adwhiyata juga menisyaratkan partisipasi warga sekolah baik guru, siswa, staf dan komite sekolah).  Pelibatan tidak hanya pada aksi lapangan tetapi mulai dari perencanaan dan kebijakan. *(EA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *