Kabar Rakyat Terkini, Probolinggo _Moderasi beragama tidak cukup hanya pengetahuan dan teori saja. Tetapi harus sampai pada pengalaman. Sebab, dari pengalaman itu akan muncul banyak cerita.
Salah satu pengalaman yang seharusnya mudah, namun tidak setiap orang mau melakukan adalah berkunjung dan silahturahmi.

Banyak alasannya orang tidak mau melakukan kunjungan dan silatrahmi, karena mereka tak mau keluar dari zona nyaman dan mapan.
Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr, seorang romo yang berkarya di Paroki Kraksaan, Probolinggo, memberikan contoh moderasi beragama yang sebetulnya mudah dilakukan itu.
Ia bersilaturhami ke Pesantren Nurul Jadid, yang tengah merayakan Hari Jadi ke-77 pada Minggu (18/1/2026), saat dirinya harus melayani umat dan memimpin misa.
“Justru di tengah kesibukan itulah kita harus berani berkorban demi amanat Dokumen Abu Dhabi. Dan ternyata justru penerimaan dari Keluarga Besar PP Nurul Jadid luar biasa,” katanya.

Diantar oleh Ra Faiz, Romo Fadjar bisa bertemu dan bersama rombongan, disambut antusias KH Zuhri Zaini BA, Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, di tengah kesibukannya memimpin pengajian. @RedaksiKRT











