Kabar Rakyat Terkini. Lembata_ Status gunung api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga), sejak Minggu (18/1/2026), pukul 11.00 Wita. Kenaikan level setelah terdata letusan sebanyak 2.713 kali sejak tanggal 1-15 Januari 2026.
Kenaikan status ini diumumkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalu situs Magma Indonesia.
Sejak mengalami kenaikan status ke level III, aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok masih terus terjadi hingga Senin, 19 Januari 2026.
Pada pukil 08.59 Wita Senin (19/01), erupsi Ile Lewotolok menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.923 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intentitas tebal condong kea rah timur.
Erupsi terekam di seismogram dengan amplitude aksium 21,4 mm dan durasi 1,15 menit.
PVMBG khususnya Pos Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok menghimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas pada radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan, barat dan sektor timur laut.
Untuk mencegah terpapar abu vulkanik, masyarakat diwajibkan menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan pelindung mata dan dan kulit. Selain itu, penampung air juga wajib ditutup untuk mencegah tercemar abu vulkanik. (EA)











