Kabar Rakyat Terkini, Kota Kupang_Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. memberikan penghargaan kepada Tim Khusus (Tim Sus) yang dibentuk untuk mengungkap misteri pembunuhan Sebastian Bokol. Penghargaan tersebut diserahkan saat apel pagi di Mapolda NTT, Selasa (23/12/2025). Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka kematian Almarhum Sebastian.
Sebanyak 40 personel Polda NTT yang tergabung dalam Tim Sus menerima piagam penghargaan dan plakat atas keberhasilan mereka dalam melakukan penelusuran fakta, pengumpulan informasi, serta penyelidikan secara intensif, hingga kasus tersebut berhasil diungkap.
Tim Khusus ini dibentuk langsung oleh Kapolda NTT sebagai langkah strategis, untuk memastikan penanganan kasus pembunuhan tersebut berjalan secara profesional, cepat, dan akurat.

Selama proses penyelidikan, tim bekerja secara terkoordinasi lintas fungsi dengan mengedepankan metode penyelidikan yang terukur dan berbasis fakta.
Selain penyerahan penghargaan kepada Tim Sus, Kapolda NTT juga menyerahkan bingkisan Natal kepada personel Polda NTT sebagai wujud perhatian pimpinan dan kebersamaan menjelang perayaan hari raya.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap kerja keras Tim Sus yang telah menunjukkan dedikasi, soliditas, dan profesionalisme dalam pengungkapan kasus pembunuhan tersebut,” jelas Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H.

Apel pagi tersebut ditutup dengan penghormatan kepada personel penerima penghargaan yang dipimpin langsung oleh Kapolda NTT. Suasana berlangsung khidmat sebagai bentuk penghargaan dan kebanggaan institusi terhadap capaian Tim Sus.
Setelah 3,4 tahun menjadi misteri, Timsus membekuk 7 orang, yang diduga kuat pelaku pembunuh Sebastian Bokol.
Para pelaku membunuh korban setelah terlibat pertengkaran saat minum miras bersama, pada tanggal 1 Desember 2022 silam.
Korban dikeroyok hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dibuang ke kali dan dibakar.
Karena perbuatannya, mereka dijerat pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.
Melalui kegiatan ini, Polda NTT menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kepastian hukum, menjaga kepercayaan masyarakat, serta membangun budaya kerja yang menghargai prestasi dan dedikasi personel.@RedaksiKRT











