Kabar BeritaTerkiniUsaha

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM Subsidi di Kabupaten Ende Kembali Normal

41
×

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM Subsidi di Kabupaten Ende Kembali Normal

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkni, Ende__ Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengembalikan komitmennya, dengan penanganan kendala distribusi BBM di Kabupaten Ende, di mana Pertamina Patra Niaga melakukan alih suplai dari Terminal BBM terdekat dan memastikan pengiriman ke SPBU dilakukan sesuai skala prioritas, dalam menjaga kelancaran distribusi energi hingga ke seluruh pelosok negeri. Berbagai langkah proaktif serta upaya mitigasi terus dilakukan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Menanggapi informasi yang beredar pada Senin (17/11) terkait kekosongan Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Ende, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa gangguan distribusi Pertalite disebabkan oleh kondisi cuaca yang menghambat pergerakan kapal pengangkut BBM menuju Fuel Terminal Ende.

Sebagai langkah mitigasi, Pertamina Patra Niaga saat ini mengalihkan distribusi dari Fuel Terminal Maumere untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah tersebut.

“Dengan adanya alternatif suplai dan langkah mitigasi ini, kami berharap situasi dapat segera membaik dan distribusi kembali berjalan normal,” ujar Ahad.

Ahad menambahkan bahwa kapal pengangkut BBM dijadwalkan sandar pada Kamis (20/11) di Fuel Terminal Ende dengan membawa muatan 500 KL Pertalite dan 250 KL Biosolar.

Sembari menunggu kedatangan kapal tersebut, Pertamina Patra Niaga tetap menyalurkan BBM dengan total 128 KL Pertalite, yang terdiri atas 80 KL dari Fuel Terminal Ende dan 48 KL melalui alih suplai dari Fuel Terminal Maumere.

“Upaya ini kami lakukan agar suplai kepada masyarakat tidak terputus dan pelayanan SPBU tetap berjalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahad menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Kabupaten Ende, khususnya Pertalite, masih berada pada tingkat yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengawasan distribusi juga diperketat agar BBM subsidi tersalurkan kepada konsumen yang berhak serta meminimalkan potensi penyimpangan.

“Dengan pengawasan yang optimal dan mitigasi berkelanjutan, kami berharap distribusi dapat terus berjalan lancar dan kondisi di lapangan kembali stabil,” tutup Ahad.

@RedaksiKRT

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *