Kabar Rakyat Terkini, Amfoang_Sesosok jasad pria tersangkut pada aliran sungai Faisani, RT 012 RW 005 Dusun IV. ditemukan Alfred Naitasi (24) warga di Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang. Di dekat jenazah korban, teronggok satu unit sepeda motor trail jenis Honda CRF.
Penemuan jasad tersebut bermula ketika Alfret Naitasi mencari daun untuk paakn sapi peliharaannya di sekitar lokasi sungai, sekitar pukul 10.00 wita.
Saat hendak melintasi sungai, Alfred melihat seorang pria tertelungkup pada batang bambu dan kayu yang melintang. Pria tak dikenal itu terlihat sudah meninggal.
Alfred pun segera kembali dan memberitahukan temuannya kepada Dison Kebos (41), bersama beberapa warga lainnya.
Bersama-sama, mereka kembali ke lokasi dan mengidentifikasi korban. Namun tak ada yang mengenalinya. sehingga melaporkan temuan ini kepada Yakob Kebos, Ketua RT 12 yang lalu melapor kepada Joni Adu, Kepala Desa Fatunaus,
Mendengar kasus ini, Wakapolsek Amfoang Utara Ipda Hironimus Neni, SH bersama Camat Amfoang Utara Hendra Mooy, S.STP, menuju lokasi temuan untuk melakukan penanganan.
Sejumlah warga yang mengaku keluarga, mengenali korban sebagai Yeri Tamelab (34), yang berdomisili sementara di wilayah Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Pria asal Kabupaten Timor Tengah Selatan ini diketahui berangkat dari Kota Kupang pada Sabtu pagi (14/3/2026) sekitar pukul 06.00 wita, menggunakan sepeda motor trail jenis Honda CRF menuju Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut untuk bertemu mertuanya.
Namun hingga Sabtu sore sekitar pukul 17.00 wita, keluarga hilang kontak dengannya.

Setelah proses olah TKP, jenazah Yeri Tamelab dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Naikliu untuk pemeriksaan luar.
Petugas medis memastikan korban telah meninggal dunia sekitar 24 jam sebelum ditemukan.
Pada tubuh korban terdapat sejumlah luka terbuka, yakni pada bagian depan kepala sekitar 5 x 4 cm dan luka terbuka pada bagian belakang kepala sekitar 2 x 4 cm.
Selain itu terdapat luka lecet pada lengan kanan, bagian perut, pinggang kiri dan pantat kanan.
Wajah korban juga mengalami pembengkakan dan memar. Sementara leher bagian kanan serta pinggang kanan diduga mengalami patah.
Dari analisa awal, korban diduga meninggal dunia akibat terseret air, saat berusaha menerobos sungai yang sedang banjir, menggunakan sepeda motornya.
Sugaan ini menguat karena beberapa hari terakhir, wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi sehingga debit air sungai meningkat.
Selanjudnya personel Polsek Amfoang Utara melakukan pencarian terhadap sepeda motor yang digunakan korban.
Aparat menemukan sepeda motor korban di dalam alur Sungai Faisani, sekitar 50 meter dari jalan raya, sedangkan korban ditemukan sekitar 500 meter dari motor trailnya.
Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban berupa 1 unit sepeda motor Honda CRF bernomor polisi DH 5091 CP, celana panjang jeans berwarna biru, 1 kantong plastik merah putih berisi 2 bungkus kopi dan biskuit, serta 1 buah helm berwarna hitam.
Atas peristiwa ini, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan menolak autopsi.
Jenazah korban pun diambil keluarga dari Rumah Sakit Pratama Naikliu untuk dipulangkan ke Kota Kupang dan dimakamkan.
Atas peristiwa ini, Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi sungai atau jalur yang rawan banjir, terutama saat terjadi hujan lebat berkepanjangan.
Penanganan kejadian ini, melibatkan banyak personel Polsek Amfoang Utara, yakni;
Wakapolsek Ipda Hironimus Neni, SH,
PS Kanit IK Aipda Simson Selan,
PS Kanit Samapta Yepson R. Noman,
PS Kanit Reskrim Aipda Melkianus Taunu,
PS Kanit Provost Aipda Yoram Sirab,
Bhabinkamtibmas Aipda Fidelis H. Kotan, dan Bripka Nikolaus Yupin.
Pemeriksaan medis awal dilakukan oleh Simon Rondo, S.Kep., Ners dan John Huru, A.Md.Kep, tenaga kesehatan dari Puskesmas Naikliu. @RedaksiKRT











