Kabar Rakyat Terkini, Lembata_347 Pejabat Struktural Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata mengikuti Program nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN) yakni Penyediaan Data Potensi dan Kompetensi ASN, Profiling ASN (ProASN). ProASN ini menyasar Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Administrator, dan Pengawas. Paskalis Ola Tapobali, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lembata, menyebutkan hal in ipenting bagi pemetaan potensi dan kompetensi ASN ASN secara digital, cepat, objektif dan tanpa biaya PNBP.
“Kita merebut kuota yang sudah diprogramkan oleh BKN tanpa anggaran dari kita,” ujar Paskalis Ola Tapobali.
Kegiatan ProASN menjadi fondasi penting pengembangan karier ASN, baik untuk promosi, mutasi, rotasi maupun perencanaan pengembangan diri yang selaras dengan PermenPAN RB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN.
Disebutkan, data hasil Profiling ASN akan membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan berbasis sistem merit, sekaligus memastikan penempatan pejabat sesuai potensi dan kapasitas terbaik yang dimiliki.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 26 hingga 28 November 2025, dengan melibatkan tim asesor BKN Kantor Regional X Denpasar.
Para peserta dibagi ke dalam dua sesi setiap hari. Rincian Jumlah Peserta per Sesi: Rabu, 26 November 2025,Sesi pagi 60 peserta, Sesi siang 60 peserta. Kamis, 27 November 2025, Sesi pagi 60 peserta, Sesi siang 60 peserta. Jumat, 28 November 2025,
Tes ProASN sendiri terdiri dari empat komponen utama yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang potensi dan kompetensi aparatur:
Pertama, Tes Potensi. Mengukur kemampuan kognitif, analitis, logika, pemecahan masalah, serta indikator dasar kecerdasan emosional dan kemampuan belajar cepat.
Kedua, Tes Kompetensi. Mengacu pada PermenPAN RB Nomor 38 Tahun 2017, meliputi Kompetensi manajerial: integritas, komunikasi, orientasi hasil, pengambilan keputusan, kepemimpinan, pelayanan publik. Kompetensi sosio-kultural: kepekaan terhadap keragaman, toleransi, serta peran sebagai perekat bangsa.
Ketiga, Tes Literasi Digital. Menilai kemampuan ASN dalam menghadapi tuntutan transformasi digital, mencakup: Digital skills, Digital culture, Digital ethics, Digital safety.
Keempat, Tes Preferensi Karier (Tripatha Karir). Mengidentifikasi minat, motivasi, kecenderungan peran, serta preferensi penempatan yang paling sesuai untuk pengembangan karier ASN. Peserta mengerjakan soal secara mandiri dalam batas waktu tertentu.
Profiling ASN ini akan menghasilkan profil potensi dan kompetensi yang mencakup kualifikasi, keterampilan, pengalaman, serta atribut kepribadian yang menentukan keberhasilan seorang ASN.

“Kompetensi kita seperti apa, potensi kita seperti apa, dan kemudian dipetakan ke dalam box-box mana yang paling sesuai. Harapan saya, semua peserta mengikuti ProASN dengan sungguh-sungguh untuk mencapai box kesembilan, atau minimal box kelima ke atas. Ini penting untuk menunjukkan kinerja dan potensi yang bagus,” ungkap Tapobali.
Partiipasi 347 pejabat structural lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata diharapkan bisa membantu terwujudnya transformasi kualitas ASN yang mampu mendukung pelayanan publik yang efektif, responsif, dan unggul sesuai tuntutan zaman.
@RedaksiKRT











